top of page

Bedah PSAK 113 (Bagian 2): Teknik Valuasi, Hierarki Input (Level 1–3), dan Tantangan Praktis Pengukuran

Bedah PSAK 113: Teknik Valuasi & Hierarki Fair Value



ilustrasi hierarki fair value PSAK 113 level 1 level 2 level 3 dan teknik valuasi akuntansi

Pendahuluan

Setelah memahami konsep dasar fair value PSAK 113, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana cara menentukan nilainya secara konkret?

Dalam praktik, pengukuran fair value jarang sesederhana mengambil harga pasar. Banyak entitas menghadapi kondisi seperti keterbatasan data pasar, aset yang unik, hingga ketergantungan pada model dan asumsi.

Akibatnya, hasil valuasi bisa sangat bervariasi meskipun objeknya serupa.

Melalui PSAK 113, entitas diberikan kerangka yang jelas berupa:

  • Teknik valuasi yang diperkenankan

  • Hierarki fair value (Level 1, 2, dan 3)

  • Prinsip pemilihan metode yang tepat

Artikel ini membahas teknik valuasi, hierarki fair value, serta tantangan praktis dalam pengukurannya.


Teknik Valuasi dalam PSAK 113

Dalam fair value PSAK 113, terdapat tiga pendekatan utama yang digunakan:

1. Market Approach

Menggunakan harga dari transaksi pasar untuk aset atau liabilitas yang sebanding.

Kelebihan:

  • Paling objektif

  • Berbasis data nyata

Kekurangan:

  • Sulit digunakan jika tidak ada pasar aktif

2. Cost Approach

Mengukur berdasarkan biaya pengganti (replacement cost).

Umumnya digunakan untuk:

  • Aset tetap

  • Aset khusus

Keterbatasan:

  • Tidak selalu mencerminkan nilai ekonomi masa depan

3. Income Approach

Menggunakan nilai kini dari arus kas masa depan (DCF).

Kelebihan:

  • Relevan untuk aset produktif

Risiko:

  • Sangat bergantung pada asumsi (diskonto, growth, risiko)

Dalam praktik, entitas sering menggunakan lebih dari satu pendekatan untuk validasi silang (cross-check).

Hierarki Fair Value PSAK 113 (Level 1, 2, 3)

PSAK 113 memperkenalkan hierarki fair value untuk menunjukkan tingkat keandalan input.

Level 1: Paling Andal

  • Harga kuotasian di pasar aktif

  • Contoh: saham di bursa

➡️ Minim judgement

Level 2: Input Terobservasi

  • Harga aset serupa

  • Suku bunga pasar

➡️ Butuh penyesuaian

Level 3: Input Tidak Terobservasi

  • Berdasarkan asumsi internal

  • Contoh: valuasi startup

➡️ Tingkat judgement tertinggi

Risiko Level 3 dalam Fair Value PSAK 113

Level 3 adalah area paling kompleks dalam fair value PSAK 113 karena:

  • Tidak ada data pasar langsung

  • Sangat bergantung pada asumsi

  • Sensitif terhadap perubahan kecil

Risiko utama:

  • Overvaluation

  • Bias manajemen

  • Salah saji material

Karena itu, auditor biasanya akan:

  • Menguji asumsi

  • Membandingkan dengan data eksternal

  • Melakukan analisis sensitivitas

Penyesuaian dalam Valuasi Fair Value

Dalam praktik, valuasi sering memerlukan penyesuaian, seperti:

  • Liquidity discount → karena aset sulit dijual

  • Control premium → karena ada kendali

  • Credit risk → untuk liabilitas

Namun, semua penyesuaian harus:

  • Konsisten

  • Berbasis data

  • Dapat diaudit

Konsistensi Model dalam PSAK 113

PSAK 113 menekankan pentingnya konsistensi dalam fair value PSAK 113, termasuk:

  • Penggunaan metode yang sama untuk kasus serupa

  • Kalibrasi model dengan data pasar

  • Back-testing hasil estimasi

Perubahan model harus:

  • Memiliki dasar kuat

  • Didokumentasikan dengan jelas

Ilustrasi Praktik Fair Value PSAK 113

Misalnya, perusahaan memiliki investasi pada startup.

Karena tidak ada pasar aktif:

  • Digunakan metode DCF (income approach)

  • Input bersifat tidak terobservasi

  • Diklasifikasikan sebagai Level 3

Risiko:

  • Asumsi terlalu optimistis

  • Nilai tidak realistis

Solusi:

  • Gunakan data pembanding

  • Lakukan sensitivity analysis

  • Ungkapkan secara transparan

Penutup

Penerapan fair value PSAK 113 bukan hanya soal memilih metode valuasi, tetapi juga memastikan seluruh proses:

  • Menggunakan input yang relevan

  • Berdasarkan asumsi yang dapat dipertanggungjawabkan

  • Konsisten dengan kondisi pasar

Tanpa disiplin:

  • Risiko salah saji meningkat

  • Audit menjadi kompleks

Sebaliknya, penerapan yang tepat akan menghasilkan laporan keuangan yang:

  • Lebih transparan

  • Lebih andal

  • Lebih dipercaya

Komentar


logo ecorp putih
logo polos putih

© 2024 MYCO. All rights reserved.

© Copyright 2024 by MYCO
bottom of page