top of page

Pengendalian Part 2: Tiga Elemen Pengendalian untuk Investor 

Diperbarui: 6 hari yang lalu



Pengendalian Part 2 Tiga Elemen Pengendalian untuk Investor

Pengendalian Part 2: Tiga Elemen Pengendalian untuk  Investor


Pengendalian dalam konsolidasi adalah konsep yang sangat penting dalam akuntansi entitas, terutama dalam konteks penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Artikel ini akan menguraikan tiga elemen utama pengendalian untuk investor, sebagaimana diatur dalam PSAK 65. Sebagai kelanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai konsep pengendalian dalam konsolidasi, kita akan mengeksplorasi lebih dalam tiga elemen penting yang harus dipahami oleh investor. Dalam konteks ini, pengendalian bukan hanya tentang memiliki kekuasaan atas investee, tetapi juga tentang bagaimana kekuasaan tersebut memengaruhi imbal hasil dan hubungan antara kekuasaan dan imbal hasil.


1. Kekuasaan: Mengarahkan Aktivitas Investee 

Elemen pertama yang perlu dipahami adalah kekuasaan. Seorang investor dianggap memiliki kekuasaan atas investee jika mereka memiliki hak untuk mengarahkan aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee. Kekuasaan ini timbul dari hak investor. Terdapat empat faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menaksir kekuasaan, antara lain: 

  1. kekuasaan melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain; 

  2. kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; 

  3. Kekuasaan menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengen-dalikan entitas mll dewan atau organ tersebut; 

  4. kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas mll direksi atau organ tersebut.

2. Imbal Hasil: Eksposur dan Hak 

Imbal hasil merupakan elemen kunci lainnya dalam pengendalian. Seorang investor dianggap mengendalikan investee jika mereka terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee. Imbal hasil yang diterima oleh investor dapat berbentuk: 

  • hanya positif 

  • hanya negatif, atau 

  • positif dan negatif. 

Dalam konteks pengendalian, memiliki hak protektif saja tidak cukup untuk dianggap sebagai pemegang kekuasaan atas investee. Investor yang hanya memiliki hak protektif memiliki kewenangan untuk melindungi kepentingan mereka terhadap investee, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil atau hasil keuangan investee tersebut. Sebagai contoh, investor dengan hak protektif mungkin memiliki hak untuk menyetujui perubahan penting dalam investee, tetapi mereka tidak memiliki kontrol atas aktivitas investee yang dapat mempengaruhi hasil keuangan. Oleh karena itu, meskipun memiliki hak protektif, investor tersebut tidak dianggap memiliki kekuasaan yang cukup untuk dianggap sebagai entitas induk dalam konsolidasi.



3. Hubungan antara Kekuasaan dan Imbal Hasil: Pengaruh dan Penentuan Peran

Dalam PSAK 65, investor yang memiliki hak pengambilan keputusan dianggap memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan apakah mereka bertindak sebagai prinsipal atau agen dalam hubungan dengan investee. Sebagai prinsipal, investor bertindak atas nama dan kepentingan mereka sendiri, dan keputusan yang mereka buat berdampak langsung pada imbal hasil yang mereka terima. Di sisi lain, sebagai agen, investor bertindak atas nama dan kepentingan pihak lain, dan keputusan yang mereka buat lebih merupakan hasil dari mandat atau instruksi yang mereka terima dari pihak tersebut. Seorang investor memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya dalam mempengaruhi imbal hasil investee, dan investor dengan hak pengambilan keputusan memiliki kekuatan untuk menentukan peran mereka dalam hubungan tersebut.  

Dalam mengakhiri pembahasan tentang tiga elemen pengendalian untuk investor berdasarkan PSAK 65, kita dapat menyimpulkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang kekuasaan, imbal hasil, dan hubungan antara keduanya sangat penting bagi investor dalam konteks konsolidasi entitas. Dengan memahami dan menerapkan konsep ini secara tepat, investor dapat memastikan bahwa laporan keuangan konsolidasian yang disajikan mencerminkan secara akurat posisi keuangan dan kinerja operasional keseluruhan dari entitas yang terkait. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga transparansi, keandalan, dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku. 

25 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page