top of page

Bedah PSAK 118 (Bagian 1): Persiapan Sebelum 2027

10 menit yang lalu
7 menit membaca

PSAK 118 dan persiapan penerapan standar penyajian laporan keuangan sebelum 2027

2027 bukan tahun untuk mulai memahami PSAK 118, tetapi tahun ketika perusahaan harus sudah siap menerapkannya.

Perubahan standar akuntansi sering kali dipahami hanya sebagai perubahan pada angka, akun, atau format laporan keuangan. Namun, PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan KeuanganĀ membawa perubahan yang lebih mendasar.

Standar ini mengatur kembali bagaimana informasi keuangan disajikan dan diungkapkan agar pengguna laporan keuangan dapat memahami kinerja dan posisi keuangan entitas secara lebih relevan, terstruktur, dan dapat dibandingkan.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengesahkan PSAK 118 pada 28 Mei 2025. PSAK 118 merujuk pada IFRS 18 Presentation and Disclosure in Financial StatementsĀ dan akan menggantikan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan. Standar ini berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan penerapan dini diperkenankan.

Artinya, perusahaan perlu mulai memahami lebih awal bagaimana PSAK 118Ā memengaruhi struktur laporan, klasifikasi penghasilan dan beban, penyajian informasi, hingga proses penyusunan laporan keuangan.

Lalu, apa saja perubahan yang perlu diperhatikan?

Dari PSAK 201 Menuju PSAK 118

PSAK 201 selama ini menjadi dasar pengaturan mengenai penyajian laporan keuangan, termasuk struktur laporan keuangan dan persyaratan minimum informasi yang disajikan.

Dalam sejarah penomoran Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, PSAK 1 berubah penomorannya menjadi PSAK 201 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2024.

PSAK 118 hadir dengan pendekatan yang lebih terperinci mengenai bagaimana informasi keuangan dikomunikasikan. Perubahan tersebut mencakup beberapa area penting, seperti:

  • peran laporan keuangan utama dan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK);

  • prinsip agregasi dan disagregasi;

  • kategori dalam laporan laba rugi;

  • total dan subtotal yang disajikan dalam laporan laba rugi; dan

  • pengungkapan Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (UKTM).

Dengan demikian, perubahan dari PSAK 201 ke PSAK 118Ā tidak tepat jika dipandang hanya sebagai perubahan tata letak laporan keuangan. Fokus utamanya adalah penyajian dan pengungkapan informasi.

Hal ini juga perlu dibedakan dari perubahan dalam pengakuan dan pengukuran. PSAK 118 tidak secara umum menggantikan standar yang menentukan kapan transaksi diakui atau bagaimana aset dan liabilitas diukur. Standar ini lebih berfokus pada bagaimana informasi yang dihasilkan dari penerapan berbagai standar tersebut disusun dan dikomunikasikan dalam laporan keuangan.

Hubungan PSAK 118 dengan IFRS 18

Secara substansi, PSAK 118Ā merujuk pada IFRS 18 Presentation and Disclosure in Financial Statements.

Dalam Draf Eksposur, IAI menjelaskan bahwa PSAK 118 merujuk pada pengaturan IFRS 18 dengan beberapa penyesuaian untuk konteks Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Salah satunya adalah pengecualian bagi entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 401: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

Adopsi tersebut menunjukkan bahwa perubahan dalam PSAK 118 merupakan bagian dari perkembangan pelaporan keuangan yang juga mengikuti arah perkembangan standar internasional.

Tujuannya bukan sekadar menyamakan bentuk laporan keuangan, tetapi meningkatkan konsistensi struktur laporan laba rugi dan komparabilitas antarperusahaan.

Siapa yang Terdampak oleh PSAK 118?

PSAK 118Ā diterapkan oleh entitas yang menyajikan dan mengungkapkan informasi dalam laporan keuangan sesuai dengan SAK Indonesia, dengan memperhatikan ruang lingkup yang ditetapkan dalam standar.

Cakupannya meliputi entitas berorientasi laba, termasuk entitas bisnis sektor publik, serta entitas dengan aktivitas nonlaba baik di sektor privat maupun publik.

Standar ini juga memberikan pertimbangan tertentu bagi entitas yang tidak memiliki ekuitas, seperti reksa dana, serta entitas yang modal sahamnya bukan merupakan ekuitas, seperti koperasi.

Dengan cakupan tersebut, PSAK 118 bukan perubahan yang hanya relevan bagi industri tertentu.

Perusahaan manufaktur, jasa, perdagangan, lembaga keuangan, maupun entitas dalam kelompok usaha perlu mengevaluasi dampak penerapan PSAK 118Ā terhadap laporan keuangannya masing-masing.

Klasifikasi PSAK 118 Dilakukan pada Tingkat Entitas Pelapor

Salah satu aspek penting dalam PSAK 118Ā adalah bahwa klasifikasi penghasilan dan beban dalam kategori laporan laba rugi dilakukan pada tingkat entitas pelapor.

Konsekuensinya, klasifikasi dalam laporan keuangan individual suatu entitas dapat berbeda dengan klasifikasi dalam laporan keuangan konsolidasian.

Hal ini menjadi penting bagi kelompok perusahaan.

Sebuah entitas anak dapat memiliki aktivitas bisnis utama dan karakteristik transaksi tertentu yang menghasilkan klasifikasi tertentu dalam laporan keuangan individualnya. Ketika laporan tersebut masuk ke dalam proses konsolidasi, entitas pelapor pada tingkat konsolidasian perlu melakukan penilaian berdasarkan karakteristik kelompok usaha sebagai entitas pelapor.

Dengan demikian, penerapan PSAK 118 tidak hanya berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan individual, tetapi juga dapat memengaruhi proses pelaporan dan konsolidasi keuangan.

Apa yang Berubah dalam Laporan Keuangan?

PSAK 118 membawa dampak yang berbeda pada setiap bagian laporan keuangan.

Perubahan yang paling signifikan terdapat pada laporan laba rugi dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Selain itu, terdapat perubahan pada laporan arus kas serta perubahan yang lebih terbatas pada laporan posisi keuangan dan laporan perubahan ekuitas.

Laporan Laba Rugi

Perubahan utama mencakup:

  • pengenalan kategori penghasilan dan beban;

  • subtotal tertentu;

  • aktivitas bisnis utama;

  • analisis beban; dan

  • Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (UKTM).

Catatan atas Laporan Keuangan

Perubahan signifikan berkaitan dengan informasi yang perlu diungkapkan, termasuk UKTM serta prinsip agregasi dan disagregasi.

Laporan Arus Kas

Terdapat perubahan yang berkaitan dengan penggunaan laba operasi sebagai dasar penyusunan arus kas dengan metode tidak langsung serta konsistensi klasifikasi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Laporan Posisi Keuangan

Perubahan terutama berkaitan dengan penyajian yang lebih ringkas, dengan rincian tertentu disajikan dalam CALK.

Laporan Perubahan Ekuitas

Terdapat perubahan tertentu, termasuk pengungkapan dan rekonsiliasi terkait Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa PSAK 118 tidak sebaiknya dipahami hanya sebagai standar mengenai laporan laba rugi. Meskipun perubahan paling besar berada pada laporan kinerja keuangan, prinsip penyajian dan pengungkapan yang diperkenalkan memiliki hubungan dengan keseluruhan laporan keuangan.

Memahami Fondasi Laporan Keuangan dalam PSAK 118

Sebelum masuk ke perubahan teknis, penting untuk memahami bagaimana PSAK 118Ā memandang laporan keuangan secara keseluruhan.

PSAK 118 mencakup tujuan dan ruang lingkup, persyaratan umum laporan keuangan, agregasi dan disagregasi, laporan laba rugi, total dan subtotal yang disajikan dalam laporan laba rugi, penghasilan komprehensif lain, laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas, serta Catatan atas Laporan Keuangan.

Struktur tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan tidak dipandang sebagai kumpulan tabel yang berdiri sendiri. Setiap laporan memiliki fungsi dalam menyampaikan informasi kepada pengguna laporan keuangan.

PSAK 118 juga memberikan perhatian terhadap persyaratan umum seperti:

  • penyajian informasi komparatif;

  • konsistensi penyajian;

  • identifikasi laporan keuangan; dan

  • frekuensi pelaporan.

Prinsip tersebut diperlukan agar informasi yang disajikan dapat dipahami dalam konteks periode dan laporan keuangan yang tepat.

Di sinilah konsep complete set of financial statementsĀ menjadi penting. Laporan keuangan terdiri atas beberapa komponen yang saling melengkapi, yaitu informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, perubahan ekuitas, arus kas, serta informasi penjelas dalam CALK.

Karena itu, perubahan dalam satu laporan dapat memiliki konsekuensi terhadap cara informasi dipahami dalam laporan lainnya.

Laporan Keuangan Utama dan Catatan atas Laporan Keuangan

Salah satu perubahan konseptual penting dalam PSAK 118Ā adalah pengaturan mengenai peran laporan keuangan utama dan Catatan atas Laporan Keuangan atau CALK.

Laporan keuangan utama berfungsi menyediakan ringkasan terstrukturĀ mengenai informasi keuangan entitas. Sementara itu, CALK menyediakan informasi material yang diperlukan untuk memahami dan melengkapi informasi yang disajikan dalam laporan keuangan utama.

Perbedaan fungsi ini membawa konsekuensi terhadap cara entitas menentukan tingkat rincian informasi.

Informasi yang diperlukan untuk memberikan gambaran terstruktur mengenai posisi dan kinerja entitas perlu dipertimbangkan untuk disajikan dalam laporan keuangan utama. Sementara itu, informasi yang lebih rinci atau membutuhkan penjelasan tambahan dapat disajikan dalam CALK sesuai dengan persyaratan standar.

Prinsip ini berkaitan erat dengan agregasi dan disagregasi.

Entitas mengklasifikasikan dan mengagregasikan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, atau arus kas berdasarkan kesamaan karakteristik. Sebaliknya, unsur dengan karakteristik berbeda perlu didisagregasikan apabila diperlukan agar laporan keuangan utama tetap menjadi ringkasan yang berguna dan CALK menyediakan informasi material bagi pengguna laporan keuangan.

Dengan demikian, CALK bukan sekadar tempat untuk memindahkan rincian yang tidak cukup untuk dimasukkan ke laporan utama.

CALK merupakan bagian dari mekanisme komunikasi informasi keuangan.

Pemahaman ini menjadi semakin penting ketika perusahaan mulai menerapkan prinsip agregasi dan disagregasi yang diatur dalam PSAK 118.

Lima Perubahan Utama dalam PSAK 118

Setelah memahami fondasinya, terdapat beberapa perubahan utama yang perlu diperhatikan dalam penerapan PSAK 118.

1. Lima Kategori dalam Laporan Laba Rugi

Penghasilan dan beban akan diklasifikasikan ke dalam kategori:

  • operasi;

  • investasi;

  • pendanaan;

  • pajak penghasilan; dan

  • operasi yang dihentikan.

Penentuan klasifikasi juga mempertimbangkan apakah entitas memiliki aktivitas bisnis utama tertentu.

2. Subtotal Baru dalam Laporan Laba Rugi

PSAK 118 mengatur penyajian laba atau rugi operasiĀ dan laba atau rugi sebelum pendanaan dan pajak penghasilan, selain laba atau rugi sebagai total akhir.

Pengaturan subtotal tersebut sebelumnya tidak ditetapkan secara serupa dalam PSAK 201.

3. Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen

Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (UKTM)Ā merupakan salah satu konsep baru yang perlu diperhatikan.

PSAK 118 memperkenalkan persyaratan pengungkapan untuk ukuran kinerja tertentu yang digunakan manajemen dalam komunikasi publik mengenai aspek kinerja keuangan entitas.

Entitas perlu mengidentifikasi UKTM dan mengungkapkannya dalam CALK, termasuk melakukan rekonsiliasi dengan subtotal atau total yang dipersyaratkan oleh SAK Indonesia.

4. Analisis Beban

PSAK 118 memberikan pengaturan mengenai penyajian beban berdasarkan fungsi dan sifat, termasuk informasi tambahan yang diperlukan ketika beban disajikan berdasarkan fungsi.

Hal ini membuat perusahaan perlu mengevaluasi bagaimana informasi mengenai beban tersedia dan dapat disajikan dalam laporan keuangan.

5. Agregasi dan Disagregasi Informasi

Entitas perlu mempertimbangkan karakteristik informasi ketika menentukan apakah unsur tertentu perlu digabungkan atau dipisahkan.

Prinsip ini juga berkaitan dengan bagaimana suatu pos diberi label dan dideskripsikan sehingga karakteristiknya dapat direpresentasikan secara tepat.

Kelima perubahan tersebut saling berkaitan.

Klasifikasi menentukan di manaĀ informasi disajikan. Subtotal membantu menunjukkan bagaimana kinerja keuangan diringkas. UKTM memberikan informasi mengenai ukuran kinerja yang digunakan manajemen. Analisis beban memberikan informasi mengenai komposisi beban. Sementara itu, agregasi dan disagregasi menentukan seberapa rinci informasi perlu disajikan atau diungkapkan.

Inilah yang membuat PSAK 118 lebih tepat dipahami sebagai perubahan dalam arsitektur komunikasi laporan keuangan, bukan sekadar perubahan format.

Mengapa Persiapan PSAK 118 Perlu Dimulai Sebelum 2027?

PSAK 118 akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Namun, kesiapan penerapan tidak dapat dibangun hanya dengan mengganti format laporan keuangan ketika tanggal tersebut tiba.

Perusahaan perlu memahami terlebih dahulu bagaimana transaksi dan informasi yang selama ini digunakan dalam pelaporan akan dipengaruhi oleh ketentuan baru.

Dampaknya dapat berbeda antarentitas karena klasifikasi penghasilan dan beban bergantung, antara lain, pada aktivitas bisnis utama dan karakteristik transaksi entitas.

Selain itu, laporan keuangan utama dan CALK memiliki hubungan yang lebih terstruktur dalam PSAK 118. Prinsip agregasi dan disagregasi juga mengharuskan entitas mengevaluasi kembali bagaimana informasi dikelompokkan, diberi label, dan dijelaskan.

Bagi kelompok perusahaan, evaluasi dapat menjadi lebih kompleks karena klasifikasi dilakukan pada tingkat entitas pelapor. Laporan keuangan individual dan laporan keuangan konsolidasian dapat memiliki hasil klasifikasi yang berbeda.

Karena itu, persiapan penerapan PSAK 118 dapat mencakup:

  • pemahaman terhadap kebijakan akuntansi;

  • pemetaan informasi yang tersedia;

  • evaluasi klasifikasi;

  • kesiapan data;

  • kesiapan proses pelaporan; dan

  • kesiapan proses konsolidasi.

Semakin kompleks struktur usaha dan proses pelaporan suatu entitas, semakin penting bagi perusahaan untuk memahami dampak tersebut sebelum tanggal efektif.

PSAK 118 Mengubah Cara Perusahaan Mengomunikasikan Kinerja Keuangan

PSAK 118 memperkenalkan perubahan yang lebih luas daripada sekadar format baru laporan keuangan.

Standar ini memperjelas peran laporan keuangan utama dan CALK, memperkenalkan kategori dalam laporan laba rugi, menetapkan subtotal tertentu, mengatur pengungkapan UKTM, serta memberikan prinsip yang lebih terstruktur mengenai agregasi dan disagregasi informasi.

Pada akhirnya, perubahan tersebut memiliki satu tujuan yang sama: membuat informasi dalam laporan keuangan lebih relevan, terstruktur, dan berguna bagi penggunanya.

Karena itu, pertanyaan bagi perusahaan menjelang 2027 bukan hanya apakah laporan keuangan sudah dapat disusun sesuai PSAK 118.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:

Apakah perusahaan sudah memahami bagaimana informasi keuangan yang dimilikinya akan diklasifikasikan, disajikan, dan diungkapkan berdasarkan PSAK 118?

Persiapan yang dilakukan lebih awal dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan perubahan pada kebijakan, data, proses pelaporan, sistem, hingga konsolidasi sebelum standar mulai berlaku efektif.

Pada bagian berikutnya, pembahasan akan masuk ke salah satu area yang menjadi perubahan paling signifikan dalam PSAK 118, yaitu struktur baru laporan laba rugi.

Pembahasan selanjutnya akan mengulas bagaimana penghasilan dan beban diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, investasi, dan pendanaan, apa yang dimaksud dengan aktivitas bisnis utama, serta bagaimana PSAK 118 menentukan subtotal seperti laba atau rugi operasiĀ dan laba atau rugi sebelum pendanaan dan pajak penghasilan.

Komentar


logo ecorp putih
logo polos putih

© 2024 MYCO. All rights reserved.

Ā© Copyright 2024Ā by MYCO
bottom of page